Contoh : Tugas Hasil Wawancara Psikologi Anak

Galeri

TUGAS WAWANCARA BAHASA INDONESIA

PSIKOLOGI ANAK DI KABUPATEN SRAGEN

NARASUMBER 1 : Sri Suparmi S.Pd M.Pd

NARASUMBER 2 : Suhono, S.msi

Foto Bersama Hasil Wawancara Psikologi Anak.

 

 

Disusun Oleh Kelompok 5 Kelas XI IPA 1 :

  1. 1.    Fibriani Dita (12)
  2. 2.    Novia Weny Agustina (20)
  3. 3.    Sangga Nova Priatna (24)
  4. 4.    Tri Jayadi (27)
  5. 5.    Yuni Rahmawati (29)

 

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 2 SRAGEN

TAHUN 201 / 2012


 

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Sebelumnya Penulis panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga Kami dapat menyelesaikan Tugas Mata pelajaran bahasa Indonesia mengenai Laporan hasil wawancara dengan Tema “Perkembangan Psikologi Anak Kabupaten Sragen”.

Adapun metode dalam penyusunan laporan ini adalah dengan menggaris besari mengenai hal tentang psikologi anak dan hal yang berkaitan dengan hal itu. Yaitu dengan menyusun daftar pertanyaan sesuai tema yang akan dilaporkan, kemudian membuat jadwal untuk melakukan wawancara serta menghubungi pihak narasumber. Barulah kami dari satu kelompok melakukan wawancara dengan narasumber yang telah ditetapkan. Setelah melakukan wawancara, kami menulisakan hasil wawancara sesuai kemampuan kami dan menuliskannya dalam bentuk laporan demikian.

Sekian yang dapat Penulis laporkan.  Seperti dalam pepatah “Tidak ada gading yang tak retak” pastinya dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari kesempurnaan oleh karena itu Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dalam punyusunan laporan ini.Atas  kerjasama dan perhatian yang saudara/i berikan, penulis ucapkan terimakasih.

Wassalamualaikum wr.wb

 

 

 

 

LATAR BELAKANG

 

 

 

DINAS KESEHATAN

 

  1. Menurut Bapak, Definisi Psikologi Anak itu apa ?
  2. Hal hal apa saja yang mempengaruhi psikologi anak ?
  3. Apakah kesehatan dapat mempengaruhi psikologi anak, mengapa demikian ?
  4. Berapa prosentasi kesehatan anak di Kabupaten Sragen ?
  5. Bagaimana perkembangan psikologi anak di Kabupaten Sragen ?
  6. Mengapa demikian, adakah kendala dalam menjalankan program  ? bagaimana mengatasinya ?
  7. Menurut bapak, dimana lingkungan yang baik untuk perkembangan psikologi anak ?
  8. Pada saat seperti apa dan bagaimana suasana yang baik untuk perkembangan psikologi anak ?
  9. Siapa saja pihak yang terlibat dalam tumbuh kembang psikologi anak ?

10. Seperti apa harapan bapak untuk ke depannya khususnya psikologi anak kabupaten Sragen ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rangkuman Hasil Wawancara.

Menurut Bapak Hono, selaku pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen psikologi anak adalah keadaan non fisik yang dialami oleh anak yang masih dalam kandungan sampai usia 18 tahun yang berupa mental, emosional dan spiritual sehingga dapat membentuk kepribadian dan karakter dari anak tersebut.

Hal-hal yang mempengaruhi psikologi anak menurut beliau antara lain sebagai berikut :

  1. Orang tua

Faktor utamanya tentu saja ayah dan ibunya. Anak pasti akan meniru perbuatan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya entah itu baik maupun buruk. Karena anak yang masih berusia dibawah 18 tahun belum bisa membedakan dengan baik mana yang baik untuk dirinya dan mana yang buruk untuk dirinya. Dari pertama kali seorang anak dilahirkan pasti ia akan berinteraksi dengan lingkungan yang paling kecil yaitu keluarga. Keluarga merupakan media sosialisasi anak yang pertama sebelum anak melakukan sosialisasi di lingkungan yang lain. Orang tua mencurahkan perhatian untuk mendidik agar anak memperoleh dasar-dasar pola pergaulan hidup yang benar dan baik mealui penanaman disiplin, kebebasan, dan penyerasian.

  1. Dirumah

Lingkungan di rumah sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Di rumah anak diajarkan tatakrama dan sopan santun , cara berbicara yang baik dengan orang lain yang sebaya dengannya maupun yang lebih tua darinya, diajarkan hal-hal yang baik dan buruk. Lingkungan yang berhubungan dengan anak setelah keluarga adalah saudara-saudaranya dan kerabat dekatnya yang tinggal serumah. Melalui lingkungan tersebut, anak mengenal dunia sekitarnya dan pola pergaulan sehari-hari.

  1. Disekolah

Sekolah merupakan media yang dapat berpengaruh dan penting dalam pembentukan kepribadian dan kemajuan anak karena sekolah sebagai penyelenggara pendidikan sehingga peranan guru sangat besar terhadap perilaku anak didik. Di sekolah, pada umumnya anak-anak mempelajari hal-hal yang belum dipelajari di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan yang lain. Sekolah menyiapkan anak untuk menguasai peranan-peranan bagi masa depannya agar anak dapat hidup mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada orang lain.

  1. Lingkungan

Yaitu faktor yang paling dominan karena biasanya banyak terdapat pengaruh hal-hal yang negatif daripada positifnya, misalnya adalah sebagai berikut :

a)     Cara berbicara anak yang semula baik menjadi ikut mengatakan kata-kata kotor melalui teman-temannya di sekelilingnya.

b)     Tingkah laku anak yang buruk contohnya merokok, minum-minuman keras, narkoba dan lain sebagainya.

c)     Kebiasaan buruk contohnya meludah di sembarangan tempat, kurang menghormati orang yang lebih tua darinya , suka berkelahi, dll.

Namun, tidak semua anak melakukan hal yang demikian. Hanya segelintir anak-anak yang usil saja karena ia kurang memiliki rasa tanggung jawab atas dirinya dan sekitarnya.

Menurut Bapak Hono, kesehatan juga bisa mempengaruhi psikologi anak karena antara kesehatan dengan psikologi anak adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan apabila dilihat dari segi perekonomian sehingga mampu mendidik anak dengan baik. Dari kacamata kesehatan, yang paling rendah data-datanya adalah untuk remaja. Karena anak remaja jarang sekali pergi ke tempat kesehatan sehingga sulit untuk dipresentase. Beda dengan anak balita. Anak balita pasti setiap tanggal 9 tiap bulannya pergi ke posyandu yang berada di desanya.

Perkembangan psikologi anak di kabupaten Sragen yaitu anak zaman sekarang secara psikologis mengalami kemunduran atau kemerosotan, hiperaktif , autis, dan kurang perhatian. Misalnya yaitu kelebihan gizi tertentu, lingkungan yang sangat mudah berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak, anak SMP membawa kendaraan tanpa terkendali, di SMA tidak diperbolehkan membawa kendaraan roda empat tetapi masih ada yang membawa. Maka dari itu perlu adanya tatakrama dan sopan santun dan peraturan dari pengaruh globalisasi yang kurang kondusif.

Dalam menjalankan program kesehatan di daerah Sragen, Dinas Kesehatan tidak mengalami suatu kendala apapun. Karena sudah dapat menjangkau daerah terpencil yang ada di seluruh wilayah kabupaten Sragen melalui puskesmas, posyandu, dll.
Lingkungan yang baik untuk perkembangan psikologi anak antara lain sebagai berikut :

  1. Keluarga

Anak tidak akan menjadi orang apabila tidak diasuh dengan baik oleh keluarganya. Orang tua mencurahkan kasih sayang dan perhatiannya kepada anak sehingga anak menjadi lebih nyaman dan betah untuk berada di rumah dan menuruti perintah dari orang tuanya. Antara anak dengan orang tua juga harus saling menjaga satu sama lain , apabila ada masalah sebaiknya dibicarakan dengan baik-baik agar memperoleh keputusan yang baik. Karena apabila dalam keluarga tidak ada keharmonisan keluarga tersebut akan tercerai berai. Apabila kita lihat anak yang orang tuanya bercerai pasti psikologisnya sedikit terganggu. Karena semula ia mendapat perhatian dan kasihsayang dari kedua orang tuanya kini ia hanya menerima hal itu dari salah satunya atau bahkan anak ikut salah satu orang tuanya karena terpaksa.

  1. Lingkungan Sekolah

Memilih sekolah yang baik walaupun itu jaraknya jauh dan orang tua harus mengerti keadaan anaknya. Ia tidak harus dituntut untuk belajar terus-menerus karena pasti lama-kelamaan anak tersebut akan bosan. Sebaiknya orang tua juga memberi kebebasan anak untuk bermain dengan kawan-kawannya. Tetapi orang tuanya juga harus memperhatikan dengan siapa dan dimana anaknya bergaul. Agar antara hak dan kewajiban seorang anak dapat berjalan secara baik dan seimbang.

Pihak-pihak yang terlibat dalam tumbuh kembang anak menurut Bapak Hono antara lain sebagai berikut : orangtua, kakak, adik, bibi, paman, kakek, nenek, dan orang-orang yang berada disekitarnya. Harapan dari Bapak Hono untuk psikologi anak di kabupaten Sragen yaitu semoga dengan pendidikan religi yang sudah diajarkan  sejak dini supaya bisa membentengi arus informasi yang global dampaknya terutama yang negatif daripada yang positifnya. Misalnya : anggapan orang bahwa merokok itu enak padahal bahayanya sangat merugikan atau bahkan bisa mematikan, memakai narkoba atau meminum-minuman keras, balapan liar, dan pergi ke tempat-tempat yang seharusnya tidak perlu dikunjungi, menonoton gambar atau video yang tidak pantas untuk dilihat, dan komunikasi dengan orangtua yang berjalan kurang baik.
Seharusnya antara orangtua dan anak harus saling mengingatkan tentang hal yang baik maupun buruk agar terjalin suatu komunikasi yang harmonis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s